Sebagian besar pengunjung tidak mengklik artikel lain; mereka menutup tab dan melanjutkan aktivitas mereka. Penerbit menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mendatangkan orang ke situs, tetapi momen terakhir sebelum seseorang pergi biasanya terbuang begitu saja.
Exit Story adalah jawaban MGID untuk hal tersebut. Ini adalah format baru yang mendeteksi saat seseorang akan meninggalkan situs dan menampilkan feed layar penuh pada saat itu, berisi konten atau iklan yang memberi sesi tersebut satu kesempatan lagi untuk menghasilkan nilai.
Mengapa Momen Terakhir dalam Sebuah Sesi Sangat Penting
Sebagian besar monetisasi terjadi saat orang sedang aktif menjelajah: membaca artikel, mengklik berbagai halaman, atau berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Sayangnya, sebagian besar traffic saat ini tidak sampai sejauh itu.
Pengunjung yang datang dari Google Discover, mesin pencari, atau media sosial sering kali hanya membaca satu artikel lalu pergi. Mereka sudah mendapatkan apa yang mereka cari, dan selesai: tidak ada page view tambahan, tidak ada kesempatan kedua.
Meskipun Anda tidak dapat memperpanjang setiap sesi, Anda tetap bisa memanfaatkan momen terakhir sebelum seseorang pergi. Jika Anda dapat mengenali tanda-tandanya lebih awal dan menampilkan sesuatu yang relevan, Anda memiliki satu peluang lagi untuk mendapatkan nilai dari sesi yang seharusnya langsung berakhir.
Apa Itu Exit Story?
Perbedaan utama dengan format MGID Story klasik terletak pada pemicunya. MGID Story hanya bereaksi ketika seseorang mengeklik tombol kembali (back button) di browser. Exit Story bereaksi terhadap perilaku pengguna, seperti berhenti berinteraksi, menggulir kembali ke atas, atau berpindah tab. Dengan begitu, Exit Story dapat menangkap momen ketika seseorang hendak pergi meskipun mereka sama sekali tidak menyentuh tombol kembali.
Di balik layar, Exit Story dibangun menggunakan teknologi yang mungkin sudah Anda kenal: Smart Widget untuk permintaan iklan dan desain, Swipe Up untuk cara format ini dibuka, serta Exit User Activity triggers untuk mendeteksi saat seseorang akan meninggalkan situs. Kami menggabungkan semuanya menjadi satu format monetisasi saat keluar.
Beberapa hal yang membuat Exit Story berbeda:
- Dibangun untuk menyesuaikan cara orang menjelajah internet saat ini.
- Menghadirkan pengalaman layar penuh yang imersif, tetapi pengguna dapat menutupnya hanya dengan satu ketukan.
- Berjalan secara otomatis setelah dikonfigurasi.
Cara Kerja Exit Story
Berikut alur kerjanya dalam praktik:
- Seorang pengunjung membuka halaman Anda dan mulai membaca konten.
- Exit Story memantau indikasi niat keluar menggunakan satu atau beberapa sinyal perilaku.
- Setelah pemicu terdeteksi, Story akan terbuka dengan rekomendasi atau iklan yang relevan.
- Pengguna dapat menjelajahi konten, menutup format tersebut, atau melanjutkan penelusuran sesuai keinginan mereka.
Apa saja yang dianggap sebagai sinyal bahwa seseorang akan pergi? Beberapa contohnya:
- Mereka berhenti berinteraksi dengan halaman selama beberapa waktu.
- Mereka menggulir kembali ke atas setelah selesai membaca, seolah mencari jalan keluar.
- Mereka mencapai kedalaman scroll tertentu.
- Mereka berpindah ke tab lain.
Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan masing-masing sinyal tersebut sesuai dengan kebutuhan pemirsa Anda.
Mengapa Exit Story Menggunakan Pendekatan yang Berbeda
Selama bertahun-tahun, format keluar yang paling umum mengandalkan tombol kembali di browser. Cara ini bekerja dengan baik, tetapi juga berarti seluruh format bergantung pada bagaimana Google memperlakukan tombol tersebut.
Kini hal itu menjadi perhatian serius. Pada April 2026, Google mengumumkan bahwa praktik back-button hijacking akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kebijakan spam mereka, dengan penegakan dimulai pada Juni 2026. Situs yang mengandalkan teknik ini berisiko menerima tindakan manual atau penurunan peringkat otomatis di hasil penelusuran, yaitu traffic yang tentu tidak ingin Anda pertaruhkan.
Di sinilah Exit Story menjadi sangat berharga. Exit Story tidak menggunakan tombol kembali. Artinya, format ini tetap berfungsi apa pun yang terjadi pada format berbasis tombol kembali, sekaligus memberikan cara yang sah untuk menangkap niat keluar tanpa bergantung pada satu peristiwa browser yang semakin berisiko.
| Format keluar tradisional | Exit Story |
|---|---|
| Dipicu oleh tindakan browser tertentu | Dipicu oleh perilaku pengguna |
| Opsi aktivasi terbatas | Memiliki beberapa pemicu yang dapat dikonfigurasi |
| Satu skenario keluar | Beradaptasi dengan berbagai pola penelusuran |
Dengan menganalisis perilaku pengguna, bukan hanya satu tindakan browser, Exit Story memberi penerbit lebih banyak cara untuk melibatkan pengunjung sebelum mereka pergi.
Studi Kasus: Penerbit Besar di Polandia Meningkatkan Pendapatan Sebesar 11%
Salah satu penerbit kami, sebuah situs berita dan media besar di Polandia, sebelumnya menggunakan format Story klasik yang menyumbang hampir 30% dari total pendapatannya. Ketika perubahan kebijakan Google mulai berlaku, mereka harus segera menghentikan penggunaan format tersebut agar tetap mematuhi aturan.
Dengan bantuan kami, penerbit tersebut menggantinya dengan Exit Story sebagai pengganti langsung satu banding satu. Proses transisi berjalan lancar tanpa kendala teknis, tanpa keluhan pengguna, dan tanpa peningkatan churn. Bahkan, alih-alih hanya mempertahankan pendapatan, Exit Story justru membantu meningkatkannya. Pendapatan naik 11% dan RPM meningkat 5,6%, sementara traffic sendiri hanya bertambah 5% pada periode yang sama. Dengan kata lain, peningkatan tersebut didorong oleh perbaikan format, bukan karena volume pengunjung yang lebih tinggi.
Mengapa Penerbit Akan Menyukai Exit Story
Berikut beberapa alasan mengapa Exit Story layak diterapkan.
- Memonetisasi sesi yang seharusnya berakhir tanpa hasil: Sebagian besar pengunjung tidak akan membuka artikel kedua atau mengklik iklan lain. Mereka sudah hampir meninggalkan situs. Exit Story memberi momen terakhir tersebut kesempatan tambahan untuk menghasilkan nilai.
- Memaksimalkan traffic dari mesin pencari dan media sosial: Pengunjung dari mesin pencari dan media sosial cenderung hanya membaca satu halaman lalu pergi. Exit Story tidak mengharuskan mereka bertahan lebih lama atau membuka halaman lain karena format ini tetap efektif pada kunjungan satu halaman.
- Dapat meningkatkan RPM tanpa menambah elemen yang memenuhi halaman: Daripada menambahkan widget lain di dalam konten, Anda menambahkan peluang monetisasi saat pengunjung hendak keluar. Dalam pengujian awal, penerbit mengalami peningkatan RPM rata-rata sekitar 5%.
Siapa yang Paling Diuntungkan dengan Exit Story?
MGID membangun Exit Story berdasarkan momen ketika pengguna akan meninggalkan situs, bukan untuk profil penerbit tertentu. Namun, format ini sangat layak dicoba jika:
- sebagian besar traffic Anda berasal dari Google Discover, mesin pencari, atau media sosial, di mana kunjungan satu halaman merupakan hal yang umum;
- Anda mengelola situs berita, hiburan, atau situs konten yang terus menerbitkan artikel baru;
- Anda sudah menggunakan MGID Story dan ingin menambahkan lapisan monetisasi saat keluar di atas format tersebut.
Singkatnya, jika traffic Anda cenderung datang, membaca satu konten, lalu pergi, Exit Story memang dirancang untuk kondisi tersebut.
Memulai dengan Exit Story
Menyiapkan Exit Story sangat mudah dan tidak memerlukan pengembangan khusus dari pihak Anda:
- Hubungi MGID Success Manager atau tim Dukungan untuk membuat Smart Widget Exit Story pada akun Anda.
- Bekerja sama dengan perwakilan MGID untuk mengonfigurasi mode Swipe Up, pemicu keluar, dan desain widget.
- Tambahkan widget ke situs web Anda menggunakan implementasi Single JS dari MGID.
Setelah aktif, Exit Story akan muncul secara otomatis setiap kali kondisi yang telah dikonfigurasi terpenuhi.
Penutup
Tidak semua orang akan membuka halaman kedua, tetapi itu bukan berarti sebuah sesi sudah selesai dari sisi nilai yang bisa dihasilkan. Exit Story memberi Anda satu peluang lagi untuk memanfaatkannya sebelum pengguna benar-benar pergi.
Ingin mencobanya? Hubungi manajer akun MGID Anda, dan mereka akan membantu proses penyiapannya.





