Perkembangan unit periklanan native dimulai di sekitar tahun 2012 ketika profesional media digital merasa cara iklan ditampilkan perlu diganti dan dikaji ulang. Ini adalah ketika perusahaan besar seperti Twitter dan Facebook mulai meninggalkan iklan banner tradisional -- untuk membuat unit kustom, yang diintegrasikan dengan baik dan memberikan pasangan yang cocok dari sisi fungsi dan format. Sejak saat itu ada banyak startup di dunia periklanan native yang mendapatkan jutaan dolar untuk pendanaan usaha. Ya, iklan native adalah tren baru. Dengan fakta bahwa masa depan dibentuk oleh periklanan yang tidak mengganggu dan menawarkan konten yang relevan dan berguna untuk pengguna, beberapa perusahaan merasa mereka harus fokus ke area ini.

Tidak heran kenapa periklanan native telah menjadi populer. Berdasarkan BI Intelligence, iklan native diperkirakan menghasilkan 63% dari laba iklan mobile di tahun 2020. Pengguna melihat iklan native 52% lebih sering dibandingkan iklan banner dan iklan native menghasilkan 85% hingga 93% klik lebih banyak dari iklan banner. Dengan banyaknya pemasar konservatif yang mulai menyadari kekuatan dari periklanan native, periklanan native online akan terus berkembang dan membuat fenomena baru. Periklanan native terprogram adalah salah satu perkembangan yang mungkin terdengar menakutkan. Namun, pergabungan antara iklan native dan peluncuran iklan terprogram seharusnya menarik perhatian Anda, karena ini adalah solusi yang fleksibel dari banyaknya tantangan di dunia pemasaran.

Pertama: konsep

Mari kita uraikan arti dari kata 'terprogram'. Terprogram merujuk ke proses penempatan iklan otomatis dengan landasan artificial intelligence dan bid real-time. Anda mungkin pernah mendengar konsep 'pembelian iklan terprogram' -- yang berarti lokasi periklanan digital telah dibeli secara otomatis, dan prosedur ini dipenuhi oleh komputer menggunakan data. Wawasan kontekstual dan machine learning membantu Anda dalam mengatur iklan native sejajar dengan parameter target pemirsa di penerbit yang relevan.

Periklanan native terprogram secara harfiah berarti otomatisasi dan peningkatan ketajaman: proses pembuatan keputusan tidak lagi berada di tangan pembeli media. Di dalam dunia periklanan native, di mana relevansi adalah tantangan yang paling umum, menghilangkan faktor manusia bisa jadi langkah yang sudah lama diantisipasi. Periklanan terprogram memberikan kesempatan untuk melakukan penargetan mulus di berbagai saluran. Namun, format hebat ini masih menjadi potongan kecil dari pasar digital: penerbit terlihat siap untuk menerimanya, tapi pengiklan masih was-was. Tentunya, periklanan terprogram jauh lebih efektif dibandingkan dengan periklanan display, tapi apakah itu artinya periklanan display akan mati? Meskipun periklanan native terprogram memberikan kekuatan super dalam memanfaatkan relevansi penuh dan personalisasi mendalam, kami masih belum bisa mengatakan bahwa iklan display sudah mati. Pasar masih sebagian besar diisi oleh iklan display. Pengembangan iklan native masih menjadi sebuah tantangan karena iklan native membutuhkan investasi besar. Bahkan, teknik pengukuran untuk native terprogram masih berada di tahap awal pengembangan

Bagaimana pembelian iklan terprogram bekerja

Dari sudut pandang teknis, pembelian iklan terprogram memungkinkan proses-proses yang sebelumnya bermasalah bagi pengiklan menjadi otomatis. Dengan fokus pemasaran online tradisional terletak pada meletakkan iklan di website-website tertentu dan juga tentang membeli website, pemasaran terprogram terpusat pada pembelian pemirsa: memungkinkan penemuan dan penjangkauan calon klien di luar lingkungan media pada umumnya. Dengan real-time bidding atau RTB, seorang pembeli dibekali dengan kemampuan untuk mengatur parameter seperti jangkauan jaringan dan harga bid. Pemasaran terprogram menggabungkan paramater-parameter tersebut dengan data perilaku dari pemirsa di satu platform. Dengan pemasaran terprogram, pemasar bisa fokus ke tujuan, pertimbangan bujet, dan model atributif. Dan di saat yang bersamaan, platform disibukkan dengan pengaturan dari variable dalam jumlah besar dalam mode real-time untuk menetapkan pengaturan relevan dari kampanye, dan pada akhirnya, mendapatkan ROI yang diinginkan. Berbicara tentang nilai sebenarnya dari pembelian iklan otomatis, hal ini memberikan model harga yang 100% transparan. Pemasaran terprogram secara harfiah berarti prosedur penempatan otomatis yang dipenuhi dengan memilih kepada siapa impresi diberikan.

Pembelian terprogram memberikan kuasa lebih atas apa yang dibeli dan memungkinkan pelacakan harga dan target. Digabungkan dengan machine learning, pembelian terprogram membantu Anda lebih prediktif atas masa depan performa kampanye iklan. Dengan perkembangan teknologi, periklanan terprogram memperoleh momentum dan cara untuk menggunakan alat penting ini menjadi lebih canggih. RTB memberikan peluang untuk strategi baru yang sebelumnya tidak bisa diraih. Karena itu kami bisa dengan yakin mengatakan bahwa pembelian iklan terprogram akan mendominasi pasar display online.

Membuka peluang besar

Mengani manfaat kualitatif dan kuantitatif dari periklanan native yang kami bahas sebelumnya, menggabungkan komponen terprogram ke dalam alat tersebut memberikan presisi luar biasa, yang kemudian membuka pintu baru ke dalam banyak keuntungan lainnya. Meningkatkan sinyal kontekstual di samping dengan machine learning memberikan sebuah kesempatan untuk keduanya akan bekerja sama baiknya -- untuk pengguna dan penempatan. Pada dasarnya, ini adalah solusi win-win dan tidak hanya fokus besar atas hasil-hasil pemasar. Oke, mari kita lihat peluang yang ada satu per satu:

  • Proses pembelian yang efisien. Seperti halnya proses otomatisasi lainnya di mana semua tugas dilakukan oleh mesin, periklanan native terprogram membuat semuanya menjadi lebih sederhana: Anda bisa fokus ke keseluruhan strategi dan bukannya fokus ke metrik pembelian media konvensional seperti RFQ (request for quotation) dan RFI (request for information).
  • Hemat biaya. Kami telah membahas di atas bahwa pendekatan inovatif ini membutuhkan investasi dan ini adalah hal negatif bagi banyak orang, namun, dengan menggunakan fitur terprogram biaya yang dikeluarkan akan berkurang di masa depan. Periklanan native terprogram memberikan peluang untuk pengaturan CPM real-time berdasarkan nilai impresi.
  • Wawasan pelanggan yang ditingkatkan. Periklanan native terprogram adalah cara kredibel untuk mendapatkan pelanggan yang ideal, mendapatkan data perangkat, kata kunci telusuran, geografis, dan banyak lagi yang komprehensif dan spesifik. Sebuah pendekatan ke tingkah laku pelanggan yang menyeluruh berarti kampanye iklan dapat disesuaikan dengan sempurna.
  • Tingkat efektivitas. Apa yang kami maksud dengan efektivitas adalah bahwa periklanan native terprogram memungkinkan Anda untuk menjangkau pemirsa yang lebih luas dan bekerja dalam wilayah yang lebih luas melalui berbagai saluran.
  • Pengalaman pengguna yang lebih baik. Pemasar papan atas dunia menyadari bahwa pengalaman pengguna adalah hal yang paling penting, dan segala engagement terlahir dari hubungan yang penuh kepercayaan. Menilai dari pengalaman kami, pengalaman pengguna menjadi lebih baik ketika pengguna tidak menyangka bahwa konten yang ada adalah iklan.

Kita hidup di era digital yang menyediakan kesempatan unik untuk bekerja dengan lebih pintar, bukan lebih keras. Periklanan terprogram adalah ide cemerlang, sedangkan periklanan native adalah ide kreatif. Ketika sains dan seni bersatu, sesuatu yang besar dan berarti akan lahir. Periklanan native terprogram mempunyai masa depan yang cerah, percayalah pada kami.