Pertanyaan tentang monetisasi website adalah pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab bagi para blogger. Pertanyaan ini tidak hanya tentang metode apa yang paling baik atau metode apa yang paling menguntungkan. Kenyataannya, ada beberapa skema monetisasi yang merusak masa depan website Anda.

Menghindari strategi monetisasi yang membahayakan dan tidak optimal dapat dilakukan dengan mengenali strategi tersebut. Baca terus untuk menemukan apa saja yang perlu Anda ketahui tentang metode-metode monetisasi berbeda dan akibat yang dapat ditimbulkan.

Sumber traffic yang jelek

Tidak semua sumber traffic memiliki peluang yang sama dalam meningkatkan penghasilan iklan. Beberapa pengunjung lebih responsif daripada pengunjung lainnya, dan mereka juga membawa traffic yang dapat dimonetisasi. Para pengunjung yang hanya melihat iklan tanpa bertindak, tidak berkontribusi ke penghasilan iklan.

Meskipun membeli traffic tambahan dari sumber-sumber yang mencurigakan sebagai pengganti penghasilan yang hilang terlihat menggoda, Anda sebaiknya tidak melakukannya. Traffic lebih tinggi bukan berarti kualitas traffic lebih baik dan pendapatan yang lebih besar. Faktanya, jika Anda mengetahui bahwa sebagian besar traffic murah adalah bot, maka Anda tahu bahwa masalah Anda masih belum teratasi — kebanyakan dari bot bahkan tidak melihat iklan karena traffic ini diblokir oleh sistem anti penipuan yang ada di platform.

Tidak hanya penghasilan Anda tidak naik, tapi Anda juga akan rugi karena harus membeli traffic, tidak peduli seberapa murah harganya. Solusi yang jauh lebih baik adalah dengan mengidentifikasi siapa pengunjung Anda, bagaimana mereka menemukan website Anda, dan mendiversifikasi sumber traffic. Perhitungkan bahwa pengunjung yang dirujuk ke website Anda dari website lainnya lebih responsif pada iklan, jadi cobalah menghubungi penerbit lainnya dan perluas jaringan Anda.

Densitas iklan, atau saat pengunjung menjadi nomor dua

Memenuhi halaman web dengan iklan meningkatkan densitasnya, maka membuat efek pada penghasilan yang bertolak belakang dengan apa yang diharapkan oleh penerbit. Memprioritaskan iklan melebihi pengalaman pengguna mengirim sinyal bahwa penerbit tidak peduli tentang pemirsa mereka, dan para pengunjung akan menyadarinya.

Saat pengunjung merasa kewalahan karena banyaknya jumlah iklan yang ada, mereka menjadi terganggu. Rasa terganggu itu akan membuat merek frustrasi, dan tidak hanya mencari cara untuk menutup semua iklan (yang dapat ditutup) tapi juga meninggalkan website sepenuhnya. Dapat dikatakan bahwa kecepatan memuat halaman akan terpengaruh juga, dan berdampak pada peringkat situs.

Jaga agar rasio konten dengan iklan tetap moderat; untuk lolos persyaratan standar dari platform iklan, semua iklan tidak boleh melebihi 30% dari konten halaman. Sebaiknya, Anda fokus ke menemukan kombinasi yang tepat dari format iklan dan lokasi. Eksperimen dengan kombinasi format iklan untuk menemukan keseimbangan antara kehadiran iklan dan pengalaman pengguna.

Format iklan yang intrusif

Jumlah iklan yang terlalu banyak sudah cukup untuk mengganggu pengunjung Anda, sama juga dengan format iklan yang intrusif. Iklan-iklan yang paling intrusif adalah pop-up dan iklan pengantara atau iklan interstitial. Karena iklan-iklan tersebut tidak dapat di lewatkan dan memaksa pengguna untuk bereaksi, maka menimbulkan respons yang negatif dari pemirsa Anda. Sama halnya dengan iklan video dengan audio yang diputar secara otomatis, menggunakan iklan yang terlalu mencolok, atau iklan sticky berukuran besar.

Apa saja yang mencegah pengguna dari berinteraksi dengan konten yang mereka cari akan dianggap sebagai intrusif dan mengurangi tingkat efektivitas. Format-format iklan yang terlalu agresif tidak mengatasi kelelahan iklan, mereka memperparah keadaan.

Menjual link

Skema link yang bertujuan untuk memanipulasi peringkat Google bukanlah ide yang bagus. Premisnya cukup sederhana — Anda menyediakan link do-follow ke halaman web orang lain dan meminta bayaran untuk itu. Mereka menerima dorongan SEO dan eksposur sementara Anda menerima penghasilan yang mudah.

Menjual link dulunya adalah bisnis yang menguntungkan dalam jangka pendek. Namun, lagi dan lagi, Google telah memberi peringatan atas menjual link atau berpartisipasi di dalam skema link apa pun yang bertujuan untuk mencurangi algoritma PageRank. Hal ini termasuk membayar untuk link, menukarkan barang/layanan dengan link, dan pergantian link yang berlebih.

Google sudah menjadi lebih baik dalam mencegah dan menghukum siapa pun yang terlibat di dalam strategi jangka pendek ini. Dalam jangka pendek, strategi ini menghancurkan diri sendiri.

Infolink

Infolink adalah sebuah format periklanan yang sudah lama tidak digunakan.

Mereka menawarkan periklanan dalam bentuk link yang dapat diklik, yang hanya menunjukkan iklan yang tidak terlalu relevan dengan apa yang dibaca.

Keuntungan utama dari Infolink adalah menyediakan iklan in-text yang tidak intrusif yang sesuai dengan user intent secara real-time.

Sekarang ini, Infolink tidak lagi menguntungkan. Infolink adalah salah satu metode monetisasi website yang sudah tertinggal dan hanya digunakan beberapa orang saja, dengan aliran penghasilan yang mungkin tidak cukup untuk membayar biaya hosting.

Iklan RSS feed

Berbicara soal model monetisasi yang sudah tertinggal, iklan RSS Feed juga sudah lama ditinggal.

Iklan RSS feed dulunya digunakan oleh para blogger dengan meletakkan iklan di dalam bagian RSS Feed dari website, di mana para pembaca dapat datang dan membaca postingan baru. Metode ikan ini memang tidak pernah dianggap sebagai menguntungkan dan selalu membuat halaman menjadi lebih berantakan. Sekarang, hanya sedikit orang yang mengelola RSS Feed mereka, dan bahkan lebih sedikit pengunjung yang menggunakannya untuk mendapat konten baru. Menggunakan iklan di dalam bagian ini membutuhkan usaha yang sangat besar dan hasilnya tidak setimpal, dan juga membuang-buang ruang yang berharga dari halaman.

Vendor periklanan yang berisiko.

Menampilkan konten periklanan yang etis dan tidak mengganggu pengguna atau berspekulasi pada topik sensitif adalah kewajiban dari pengiklan. Platform-platform iklan harus mengawasi perilaku pengiklan dan juga bertanggung jawab atas bagaimana mereka menggunakan data pribadi pengguna.

Berbeda dengan MGID dan vendor lainnya yang sudah lama berdiri, beberapa penyedia iklan mungkin tidak transparan tentang operasi mereka. Berbicara soal operasi, beberapa vendor periklanan juga dapat cukup memperlambat website, meninggalkan kesan negatif pada para pengunjung (dan Google).

Di MGID, kami terus menerapkan solusi-solusi teknologi baru yang sedang populer untuk memastikan bahwa para pengguna Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Sebagai contoh, kami baru saja menerapkan fitur lazy loading untuk gambar dan JavaScript di dalam widget kami. Dengan lebih sedikit panggilan ke server, kami memberikan para pengguna Anda waktu memuat halaman yang lebih cepat dan menjadi bahwa widget kami dioptimasi untuk memenuhi benchmark Core Web Vitals.

Menyeimbangkan iklan dan pengalaman pengguna

Halaman-halaman web Anda tidak perlu dipenuhi dengan iklan yang mencolok dan mengganggu agar dapat dimonetisasikan. Faktanya, melakukan hal tersebut akan memperburuk profitabilitas dari website Anda dalam jangka panjang.

Perhitungkan pengguna Anda ketika meletakkan iklan di dalam situs; bayangkan Anda berada di posisi mereka, jadikan mereka sebagai prioritas utama, dan Anda akan memiliki sumber penghasilan yang stabil dan andal.