Sepuluh tahun terakhir ini kita telah melihat perubahan besar di industri penerbitan perihal tentang struktur website, format monetisasi, evolusi ad stack, konektivitas mobile dari pengguna, dan konsumsi konten.

Sepuluh tahun lagu, untuk menjadi sukses dibutuhkan cukup memiliki pengetahuan dasar SEO dan pengembangan web, membuat akun AdSense, dan membuat konten yang diinginkan pengguna. Sekarang penerbit harus berkutat dengan banyak aspek, seperti kepatuhan GDPR, kebijakan manajemen persetujuan, CDN, kecepatan situs, desain website adaptif, dll. juga memilih dari sekian banyaknya sumber traffic dan format monetisasi.

Meskipun pertanyaan strategis utamanya masih sama -- bagaimana pembaca menemukan website Anda, konten apa yang mereka konsumsi, dan bagaimana sebaiknya pemirsa dimonetisasi, -- masih banyak lagi pilihan yang tersedia saat ini. Juga, pilihan-pilihan ini menjadi semakin terjalin dengan satu sama lainnya; contoh, pengguna dari sumber traffic tertentu atau membaca jenis konten tertentu akan lebih sering merespons ke format iklan tertentu.

Meskipun dunia online menjadi semakin kompleks, traffic masih menjadi kunci untuk membuka potensial monetisasi dari penerbit. Di artikel ini, kami akan membahas tentang rata-rata profitabilitas dari pemirsa yang datang dari berbagai macam sumber dan bagaimana penerbit bisa memanfaatkan traffic campuran mereka.

Sumber traffic dan potensial rata-rata laba mereka


Traffic langsung menunjukkan pemirsa yang paling loyal; mereka ada pengguna yang mengunjungi website dengan mengeklik bookmark atau mengetik URL-nya. Pengguna seperti ini melihat beberapa halaman dan tetap berada di website paling lama, rata-rata 5,3 menit. Juga, traffic langsung menghasilkan 17% dari laba meskipun hanya membentuk 14% dari impresi iklan. Sebaliknya, traffic aplikasi membentuk 34% dari impresi iklan tapi hanya menghasilkan 17% dari laba.

Rata-rata, pengguna yang diarahkan ke penerbit melalui situs lainnya adalah yang paling responsif dengan iklan: sumber traffic ini menghasilkan 31% dari impresi iklan dan 45% dari laba. Pengunjung organik lebih didorong oleh niat mereka untuk menemukan informasi relevan, jadi masuk akal jika mereka mengakses website lebih lama. Traffic organik menghasilkan 16% dari impresi iklan dan laba penerbit.

Source: MGID platform; aggregated data of U.S. publishers, April-September 2020
Source: MGID platform; aggregated data of U.S. publishers, April-September 2020

Menyeimbangkan pengembangan dan akuisisi pemirsa


Dari perspektif pemasaran, Anda ingin membandingkan biaya akuisisi dari beberapa sumber berbeda dengan nilai seumur hidupnya. Untuk beberapa sumber traffic (terutama periklanan sosial dan berbayar) hal ini bisa dilakukan dengan, dan dalam kasus ini, biaya akuisisi pemirsa seharusnya di bawah dari LTV-nya.

Kalau tidak, Anda bisa fokus ke mencampur sumber traffic yang berbeda dengan saluran akuisisi pengguna secara seimbang. Biaya penerbit berganti seiring waktu dan juga bergantung pada bagaimana pengunjung merespons iklan yang mereka lihat. Gabungkan dengan pendekatan inbound lainnya, seperti pemasaran email, optimasi SEO, sirkulasi ulang konten internal dan promosi konten, dll., website bisa meraih hasil yang menakjubkan dalam perjalanan untuk membangun pemirsa yang paling menguntungkan bagi mereka.

Penutup

Penerbit harus berpikir lebih tentang model akuisisi dan monetisasi mereka, karena keputusan-keputusan strategis ini tidak hanya efektif bagi mereka sendiri tapi juga sejajar dengan satu sama lain. Memelihara jumlah pemirsa loyal meningkatkan nilai inventaris iklan dari sebuah platform penerbitan, namun membutuhkan perencanaan konten strategis lebih dan aktivitas pemasaran retensi tambahan.